| Terapi Hipertermia: Memanggang Kanker |
|
|
Akhir-akhir ini kita sering melihat iklan di koran yang menawarkan “pengobatan mutakhir” untuk kanker, salah satunya menggunakan terapi hipertermia. Sebetulnya apa sih terapi hipertermia itu? Kok dokter di rumah sakit kita tidak pernah menyebut-nyebutnya? Biasanya hipertermia digunakan bersamaan dengan terapi lain, misalnya radioterapi, kemoterapi, atau imunoterapi, karena hipertermia dapat membuat sel kanker lebih sensitif, bahkan dapat langsung menghancurkan sel-sel kanker yang tidak dapat dihancurkan oleh radiasi. Ada banyak metode yang digunakan untuk hipertermia. Berdasar luas area yang diterapi, terbagi atas hipertermia lokal, hipertermia regional, dan hipertermia total (seluruh tubuh). Hipertermia LokalPada hipertermia lokal pemanasan dilakukan pada area yang terbatas, dalam hal ini jaringan kanker. Sumber panas yang digunakan antara lain gelombang mikro (microwave), gelombang radio (radio frequency), dan gelombang suara frekuensi tinggi (ultrasound). Hipertermia RegionalHipertermia regional bertujuan untuk memanaskan area tubuh yang lebih luas seperti seluruh lengan, tungkai, organ-organ tubuh, dan saluran-saluran tubuh. Ada beberapa teknik yang digunakan. Teknik pertama untuk kanker yang dekat lubang atau sepanjang saluran tubuh seperti kanker mulut/leher rahim, kanker kandungan, kanker kandung kencing, dsb. Alat pemanas diletakkan di dekat lubang atau di dalam saluran, kemudian pancaran panas dari gelombang mikro atau gelombang radio diarahkan ke jaringan kanker yang menjadi sasaran. Hipertermia TotalUntuk kanker yang sudah bermetastase (menyebar) ke seluruh tubuh, dilakukan hipertermia total (whole body hyperthermia). Penderita diselimuti dengan selimut listrik atau air panas, atau dimasukkan ke dalam ruang panas (semacam inkubator) untuk membuat suhu tubuhnya meningkat sampai 41,7-43,8oC. Terapi hipertermia terbukti dapat meningkatkan efektivitas radioterapi maupun kemoterapi. Banyak lokasi yang dapat dicapai, antara lain kanker di kepala dan leher, kanker payudara, paru-paru, liver, rongga perut, leher rahim, usus, kandungan, prostat, kulit, tulang. Jenis kanker yang dapat diterapi pun macam-macam, dari adenocarcinoma, melanoma, carcinoma, thymoma, mesothelioma, lymphoma, sarcoma, squamous cell, basa cell. Efek Samping Hipertermia
Terapi hipertermia pada umumnya tidak menyebabkan kerusakan jaringan normal/sehat jika suhunya tidak melebihi 43,8oC. Tetapi perbedaan karakter jaringan dapat menimbulkan perbedaan suhu atau efek samping pada jaringan tubuh yang berbeda-beda. Yang sering terjadi adalah rasa panas (seperti terbakar), bengkak berisi cairan (mlenthung –Jw), tidak nyaman, bahkan sakit. Teknik perfusi dapat menyebabkan pembengkakan jaringan, penggumpalan darah, perdarahan, atau gangguan lain di area yang diterapi. Tetapi efek samping ini bersifat sementara. Sedang whole body hyperthermia dapat menimbulkan efek samping yang lebih serius –tetapi jarang terjadi– seperti kelainan jantung dan pembuluh darah. Kadang efek samping yang muncul malah diare, mual, atau muntah. (Titah Rahayu/rumahkanker.com)
|