"Untuk menjadi optimis memang bukan jalan yang mudah, mengingat kondisi tiap orang berbeda. Tapi yang penting optimisme harus tetap ada, walaupun jurang itu di depan kita, tinggal kita mau atau tidak untuk menyeberanginya."
(Jeremy, 28 th, penderita kanker otak)

Pengobatan yang pertama anda pilih jika diketahui terkena kanker adalah:
 

Mohon Perhatian

Untuk kepentingan sosial, seluruh artikel di Rumah Kanker boleh dikutip dan dipublikasi ulang dengan menyebutkan sumbernya. Sebuah email pemberitahuan dapat mewakili penghargaan anda kepada kami. Tetapi penggunaan untuk kepentingan komersial harus mendapatkan ijin terlebih dahulu. Anda bisa menggunakan form kontak untuk menghubungi kami.
 

Manfaatkan informasi dalam Rumah Kanker secara bijaksana. Gunakan artikel sebagai pelengkap, bukan pengganti konsultasi, keterangan, dan nasehat dokter. Anda tetap harus bertatap muka langsung dengan dokter. Konsultasi online tidak memadai untuk diagnosa penyakit dan menentukan pengobatan yang tepat.

Silakan Masuk



Kami menjaga privasi Anda.

Bezuk

Ada 31 Tamu berkunjung
Anda pengunjung ke : 942376
Peran Relawan Dalam Perawatan Paliatif Bookmark and Share

Siapakah yang disebut relawan dalam perawatan paliatif itu? Relawan adalah seseorang yang:

  • Sama dengan pasien, dan bukan ahli dalam perawatan kesehatan.
  • Tidak berseragam tetapi berbusana harian.
  • Bisa seorang bapak, ibu, suami, istri, atau orang lain –siapa saja.
  • Mempunyai waktu dan bersedia untuk mendengarkan.
  • Bersedia hadir untuk memberikan perhatian sepenuhnya kepada pasien.
  • Dapat membantu melakukan sesuatu pada pasien.
  • Dapat mendengarkan keluh kesah pasien atau bersedia diajak berbicara apa saja kecuali mengenai penyakit, bila pasien tidak menghendakinya.
  • Bersedia mengantar pasien berjalan-jalan walaupun menggunakan kursi roda.
  • Bersedia membantu pasien saat makan.
  • Selalu menghormati kerahasiaan pasien.
Batasan-batasan bagi relawan:
  • Bila menemui keadaan darurat segera menghubungi dokter.
  • Tidak memberi komentar atas perawatan.
  • Menjadi pendengar yang baik dengan memberi kesempatan pada pasien atau keluarganya untuk menyampaikan masalahnya.
  • Menghormati privasi pasien dan keluarganya.
  • Meninggalkan masalah pribadinya pada saat mengunjungi pasien.
  • Memperlakukan pasien dan keluarganya dengan pantas selayaknya seorang pribadi.

Relawan perawatan paliatif adalah bagian dari tim perawatan paliatif dari berbagai disiplin perawatan dan harus bertindak serta diperlakukan dengan pantas selayaknya anggota tim lainnya. Agar dapat melakukan tugas-tugasnya sesuai harapan, relawan perlu mendapatkan pelatihan-pelatihan yang memadai.

To Treat The Patient

Manusia adalah makhluk psiko-bio-sosio-kultural-spiritual. Unsur-unsur jiwa, badan, lingkungan, dan spiritual berada dalam suatu keseimbangan. Jika salah satu unsur terganggu maka unsur-unsur lain akan terganggu juga. Oleh karena itu jika aspek psiko-sosio-spiritual terganggu, fungsi tubuh dapat terganggu juga, yang sering dirasakan sebagai keluhan somatik atau penyakit psikosomatik.

Masalah-masalah psikososial, masalah budaya, dan spiritual, dapat menyebabkan bahkan menimbulkan rasa sakit, yang tidak dapat disembuhkan dengan obat sebanyak apa pun kecuali masalah psikososial yang mendasarinya ditemukan dan diselesaikan.

Perawatan paliatif menerapkan prinsip perawatan holistik atau secara menyeluruh kepada pasien, yang menyangkut keseluruhan aspek bio-psiko-sosio-kultural-spiritual. Jadi penekanannya bukan to treat the disease tapi to treat the patient.

Tindakan perawatan holistik ini tidak mungkin seluruhnya dilakukan oleh dokter atau perawat saja, karena dokter dan perawat memiliki keterbatasan tenaga. Di sinilah dibutuhkan peran relawan paliatif.

Jadi relawan paliatif berkarya di luar masalah perawatan medis dan kuratif. Karya relawan terutama pada bidang dukungan spiritual, membantu mengatasi masalah sosial dan budaya, masalah psikologis, bahkan masalah yang berhubungan dengan keluarga. Relawan juga berfungsi sebagai jembatan penghubung antara pasien-dokter maupun pasien-keluarga.

Agar dapat melakukan tugasnya dengan baik, relawan perlu melakukan pendekatan kepada pasien, dan pendekatan ini butuh waktu. Relawan harus sering mengunjungi dan berkomunikasi dengan pasien, tidak terbatas hanya pada waktu yang dianggap perlu untuk mengunjunginya. Kunjungan semacam inilah yang tidak dapat dilakukan oleh dokter maupun perawat.

Kendala yang dialami oleh relawan dalam melakukan tugasnya adalah keterbatasan waktu dan tenaga. Apalagi, saat ini di Pusat Pengembangan Paliatif & Bebas Nyeri RSU Dr. Soetomo hanya ada dua orang relawan yang aktif dan dapat melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.

Untuk mengatasi kendala ini, Pusat Pengembangan Perawatan Paliatif & Bebas Nyeri RSU Dr. Soetomo Surabaya memberikan pelatihan kepada kader-kader PKK se-Kodya Surabaya. (Th. Max Koesbagyo/rumahkanker.com)

* Disampaikan pada Seminar Strategi Berperang Melawan Kanker yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Paliatif & Bebas Nyeri RSU Dr. Soetomo – FK Unair Surabaya, 17 Februari 2007, diupload dengan seijin penulisnya.

 
Tahukah Anda?

MENGAPA ORANG INDONESIA SAKIT KANKER?

"Indonesia sangat kaya tanaman berkhasiat antikanker, jauh lebih kaya daripada Cina, dan lebih bagus mutunya. Tetapi mengapa angka kejadian kanker di Indonesia lebih tinggi daripada Cina? Karena orang Indonesia suka sekali makan gorengan..."

(Prof. Dr. Li Peiwen, ahli kanker & obat tradisional senior Cina.)

Masalah Psikologi Pada Penderita Kanker

Pengobatan holistic atau holistic medicine didasarkan atas dua hal yaitu pengobatan fisik dan pengobatan psikis dan keduanya sanga [ ... ]


Mengatasi Masalah Buang Air Besar

Banyak di antara para pejuang kanker yang dalam perkembangan penyakitnya mengalami masalah dalam buang air besar (BAB). Diperkirak [ ... ]