|
Kanker selalu dikaitkan dengan rasa nyeri. Memang, begitu kuatnya rasa nyeri kanker, sehingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan penderitaan yang luar biasa. Obat-obat anti nyeri biasa sering tidak mampu mengatasinya. Tidak sedikit orang yang tidak mampu menghadapi nyeri kanker ini, sampai-sampai merasa depresi, bahkan ingin bunuh diri. Itulah alasan utama dikembangkannya perawatan paliatif, untuk membebaskan penderita kanker dari rasa nyeri, sehingga bisa beraktivitas senormal mungkin dan bisa menjalani hidupnya dengan nyaman. Anda tidak perlu khawatir, karena seberapa pun kuatnya rasa nyeri itu, bisa diatasi dengan kombinasi obat-obatan yang harganya murah. Anda hanya perlu membicarakan hal ini dengan dokter, dan meminum obat yang diberikan persis seperti dosis yang dianjurkan. Untuk Anda ketahui, obat anti nyeri kanker biasanya mengandung codein atau morfin, yang harus diminum rutin dengan jadwal tertentu yang harus ditepati –sekalipun tidak sedang merasakan nyeri (jangan khawatir, pada pasien kanker obat ini tidak akan menimbulkan kecanduan). Obat anti nyeri akan bekerja optimal jika diberikan sesuai jadwal sebelum rasa nyerinya terlalu parah. Diperlukan obat yang lebih banyak dan lebih tinggi dosisnya untuk mengatasi rasa nyeri yang parah daripada rasa nyeri ringan. Jadi lebih baik begitu nyeri muncul segera diantisipasi dan minum obat secara teratur. Lama kelamaan rasa nyeri akan hilang sama sekali, dan dosis obat bisa diturunkan atau bahkan dihentikan. Yang Perlu Dicermati:- Apakah rasa nyeri itu hilang timbul, dan selalu muncul beberapa jam sebelum jadwal minum obat berikutnya? Mungkin jadwal minum obatnya perlu diubah –bicarakan dengan dokter!
- Susah tidur, atau tidak tertarik lagi pada hal-hal yang dahulunya disukai.
- Muncul rasa nyeri di tempat lain, atau perubahan karakter nyeri (nyut-nyut, seperti tertusuk, seperti teriris, tertekan, terpukul, dsb.) serta perubahan jangka waktunya.
- Muncul perubahan pada aktivitas rutin atau mobilitas.
Saran Untuk Penderita:- Bicaralah terbuka pada dokter tentang rasa nyeri yang Anda alami –di mana letaknya, seperti apa rasanya, apa yang membuatnya semakin parah, dan apakah nyeri itu sampai mengganggu aktivitas Anda.
- Gambarkan tingkat nyeri Anda dengan menggunakan skala nyeri, dari nol (tanpa rasa nyeri) sampai 10 (rasa nyeri paling parah yang bisa Anda bayangkan). Kira-kira berapa “nilai” rasa nyeri Anda?
- Jangan menunggu sampai rasa nyeri menjadi parah, segeralah minta obat!
- Minumlah obat anti nyeri persis seperti anjuran dokter (untuk nyeri kanker, obat harus diminum teratur dan terjadwal, tidak hanya pada saat rasa nyeri menyerang).
- Jika rasa nyeri sudah berkurang atau hilang, tingkatkan aktivitas Anda.
- Jangan menghentikan obat nyeri Anda secara mendadak. Bicarakan dengan dokter atau perawat Anda, yang akan mengurangi dosis obat Anda secara bertahap.
- Sebagian orang merasa mual setelah minum obat anti nyeri. Ada juga yang merasa mengantuk atau “melayang” pada beberapa hari pertama. Jangan berhenti minum obat, tetapi utarakan pada dokter. Mungkin dokter akan memberikan obat anti mual atau mengganti jenis obat nyerinya.
- Kadang ada yang mengalami sedikit konstipasi. Anda bisa minta obat pencahar yang ringan untuk mengatasi hal ini.
- Perhatikan kalau-kalau ada efek samping lain.
- Jika obat Anda berbentuk tablet, jangan begitu saja mengunyah atau menghancurkannya sebelum bertanya kepada dokter. Tindakan semacam ini kadang bisa berbahaya.
- Jika obat yang diberikan dokter tidak mampu meredakan rasa nyeri, beri tahulah dokter Anda, mungkin obat Anda perlu diganti.
- Ingat, jangan sampai kehabisan obat.
Saran Untuk Pendamping:- Perhatikan jika ada tanda-tanda penderita merasa kesakitan, misalnya meringis, mengerang, menegang, atau tampak gelisah.
- Kompreslah area yang sakit dengan air/handuk hangat (jangan sampai kena daerah yang diradiasi). Kalau ini tidak menolong, cobalah dengan kompres dingin. Kadang-kadang pijatan atau urutan lembut juga bisa menghilangkan rasa nyeri dan mendatangkan perasaan nyaman.
- Perhatikan barangkali penderita tampak bingung atau “melayang”, terlebih setelah menerima obat jenis baru atau dosisnya ditambah.
- Alihkan perhatiannya pada hal-hal yang menyenangkan bagi penderita.
- Rencanakan aktivitas yang menyenangkan ketika penderita merasa nyaman.
- Sajikan makanan yang berserat dan banyak minuman.
- Jika penderita sering mengalami kesakitan, bahkan cukup parah, berkonsultasilah dengan dokter. Tanyakan juga jika tiba-tiba rasa nyeri muncul di antara waktu minum obat, adakah obat lain yang boleh diberikan?
- Jika penderita sulit menelan tablet, mintalah obat anti nyeri dalam bentuk cair, suppositori, koyo, atau lainnya.
- Yakinkan penderita bahwa obat nyeri yang harus diminum terus-menerus itu tidak akan menimbulkan kecanduan, asal sesuai petunjuk dokter.
- Cari tahu cara untuk menghubungi dokter sewaktu-waktu diperlukan.
- Jangan ragu menelepon dokter jika penderita mengalami rasa nyeri baru atau parah, nyerinya tidak berkurang atau terlalu cepat muncul lagi (setelah minum obat), menunjukkan gejala baru seperti tidak bisa menelan sesuatu atau tidak bisa berak/kencing/berjalan, atau ada hal-hal lain yang perlu ditanyakan.
- Sisihkan waktu untuk diri sendiri, lakukan hal-hal yang Anda sukai, lepaslah dari rutinitas, dan bersikaplah lunak pada diri Anda sendiri. Dukungan dari keluarga, sahabat, atau relawan paliatif akan sangat membantu. (Titah Rahayu/rumahkanker.com)
|