| Ajukan Pertanyaan Kepada Dokter Bedah Anda |
|
|
Diakui memang ada dokter yang berkarakter agak pelit untuk bercerita banyak ke pasiennya. Ada juga yang justru banyak bicara tapi mempunyai banyak pasien sehingga memberi jatah waktu yang sedikit untuk anda dapat berkonsultasi atau memang kesempatan untuk bertanyajawab itu tidak ada atau jangan-jangan anda sendiri enggan untuk terlalu cerewet, tanya ini-itu ke dokter anda… Tapi untuk urusan operasi, yang akan menyentuh dan melukai bagian dari tubuh anda, wajib kiranya anda menanyakan beberapa hal -kalau itu belum dijelaskan- kepada dokter bedah anda. Apa penyebab dan bagaimana bisa terjadi? Terhadap suatu diagnose penyakit, entah itu yang sudah pasti ataupun masih persangkaan (suspected) tidak ada alasan bagi dokter untuk tidak menjelaskan penyebab dan perjalanan penyakit yang anda derita kenapa sampai terjadi seperti yang anda alami ini. Dokter yang baik akan bercerita hal-hal apa saja yang menyokong kenapa ia mendiagnosa penyakit tersebut. Tentu selain dari keluhan anda, analisanya juga ditunjang oleh pemeriksaan fisik serta akan lebih akurat jika diperkuat oleh pemeriksaan tambahan lainnya seperti pemeriksaan laboratorium, radiologis, patologis dll. Adakah jalan lain, selain dibedah? Bagaimana jaminan terhadap sembuhnya? Sekalipun sembuh tidaknya seseorang dari penyakit ditentukan oleh Yang Di Atas, tapi kita manusia bisa berikhtiar ke arah itu. Dan bagi dokter yang menangani pasien akan bicara hal ini berlandaskan ilmu, data dan pengalamannya. Untuk menjamin ketenangan anda, cari dan gali informasi itu! Setidaknya dari data itu sang dokter bisa memprediksi berapa prosen tingkat kesembuhan atau perbaikannya. Adakah kemungkinan untuk terulang atau relaps kembali. Di dunia medis hal ini biasa disebut prognosa… Bagaimana teknis pembedahan yang akan dikerjakan? Tidak ada salahnya juga anda menanyakan prosedur pembedahannya, bagaimana dan di bagian mana tubuh anda nantinya akan diiris, seberapa banyak jaringan yang akan diangkat atau diperbaiki, berapa lama proses operasinya dan langkah-langkah apa yang perlu disiapkan sebelum pembedahan, baik untuk memperlancar pembedahannya sendiri ataupun memperlancar proses pembiusannya. Perlukah anda mondok di rumah sakit sebelumnya atau bisa langsung dikerjakan pada hari pertama anda masuk rumah sakit? Tanya saja! Beberapa dokter mebuat atau menunjukkan gambar-gambar untuk menambah pemahaman apa yang ingin dia jelaskan. Sekalipun mungkin anda tidak begitu mengerti tapi semoga hal ini bisa menggambarkan sekilas di benak anda bagian-bagian mana tubuh anda yang akan dipotong. Serem? Ah.., tidak ada lagi kata itu..! Berapa lama masa pemulihannya? Pemulihan dan seberapa lama mesti dirawat sangat bergantung sekali dengan jenis operasinya dan perkiraan komplikasi yang menyertainya. Untuk operasi yang berkatagori ringan atau sedang atas pertimbangan dokter Bedah-nya kemungkinan besar tidak memerlukan perawatan pasca operasi lebih lanjut. Ada kecenderungan perkembangan saat ini menyarankan pasien untuk bergerak sedini mungkin terbaas pada aktifitas ringan akan mempersingkat masa pulih. Sehingga sebetulnya anda tidak perlu takut untuk bergerak setelah menjalani operasi. Bahkan pada jenis operasi bersih, perawatan luka operasinya hanya diperlukan tidak lebih dari dua kali selang beberapa hari sambil rawat jalan dan menjalankan aktivitas rutin di rumah. Tanya pada dokter anda sampai kapan bisa bekerja kembali, tentu supaya tidak terlalu lama absen di tempat kerja… Apa yang mempercepat dan menghambat pemulihan? Sudah biasa para pasien pasca pembedahan selalu bertanya "Apa saja yang boleh saya makan Dok..?" atau "Apa yang tidak boleh saya konsumsi..?" Selalukah semua pembedahan dihubungkan dengan pola makan seperti pertanyaan di atas? Jelas, tidak! Sekalipun pembedahan itu melibatkan saluran cerna justru lebih banyak hal2 yang perlu dikonsumsi daripada hal yang harus dihindari. Lebih banyak mitos yang salah yang berkembang di masyarakat menyangkut masalah ini. Jadi, perlu diketahui apa saja yang harus dilakukan untuk mempercepat penyembuhan baik dari sisi makanan, gerakan, perawatan terhadap luka, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan aktivitas keseharian. Adakah tahapan berikut setelah pembedahan? Pastikan bahwa pembedahan yang anda jalani merupakan terapi akhir yang tidak berkaitan lagi dengan tahap tahap pembedahan lanjutan lagi atau mungkin pembedahan ini hanya merupakan salah satu rangkaian dari penanganan berkelanjutan…. dr. Eka Kusmawan, SpB Kepala Instalasi Kamar Operasi dan Ketua SMF Bedah Surya Husadha Hospital, Bali Instruktur Nasional ATLS
|