"Untuk menjadi optimis memang bukan jalan yang mudah, mengingat kondisi tiap orang berbeda. Tapi yang penting optimisme harus tetap ada, walaupun jurang itu di depan kita, tinggal kita mau atau tidak untuk menyeberanginya."
(Jeremy, 28 th, penderita kanker otak)

Pengobatan yang pertama anda pilih jika diketahui terkena kanker adalah:
 

Mohon Perhatian

Untuk kepentingan sosial, seluruh artikel di Rumah Kanker boleh dikutip dan dipublikasi ulang dengan menyebutkan sumbernya. Sebuah email pemberitahuan dapat mewakili penghargaan anda kepada kami. Tetapi penggunaan untuk kepentingan komersial harus mendapatkan ijin terlebih dahulu. Anda bisa menggunakan form kontak untuk menghubungi kami.
 

Manfaatkan informasi dalam Rumah Kanker secara bijaksana. Gunakan artikel sebagai pelengkap, bukan pengganti konsultasi, keterangan, dan nasehat dokter. Anda tetap harus bertatap muka langsung dengan dokter. Konsultasi online tidak memadai untuk diagnosa penyakit dan menentukan pengobatan yang tepat.

Silakan Masuk



Kami menjaga privasi Anda.

Bezuk

Ada 27 Tamu berkunjung
Anda pengunjung ke : 1259358
  • 0
  • 1
  • 2
prev
next

Sarang Semut, Herbal Kanker Dari Hutan Papua

News image

Pertama kali mendengar “sarang semut” dapat digunakan menjadi obat kanker, apa yang anda bayangkan? Gundukan tanah tempat semut merah dan semut hitam bersarang? Atau tumpukan dedaunan kering yang lembab tempat bersarangnya semut rangrang? “Sarang semut” ternyata adalah nama tumbuhan, yang sesuai namanya benar-benar digunakan sebagai sarang ...

Selengkapnya

Sembuh Dari Kanker Cara Liong Pit Lin

News image

Menurut saya mencari kesembuhan kanker dengan belajar dari kisah kesembuhan orang lain, apalagi langsung dari orangnya, merupakan cara terbaik. Kamis 24 Februari 2011 saya dan istri menghadiri seminar Ibu Liong Pit Lin yang diberi judul Kanker, Masihkah Ada Harapan. Menurut saya esensi seminar tersebut perlu ...

Selengkapnya

Miracle of Cell Healing

News image

Dua minggu ini saya membaca tiga judul buku yang ternyata saling berkaitan satu sama lain. Berawal dari buku Bebas Dari Kanker Dengan Terapi Alternatif (Lianny Hendranata) hadiah dari seorang teman, disusul Law of Attraction, Mengungkap Rahasia Kehidupan (Michael J. Losier), dan Miracle of Cell Healing ...

Selengkapnya

Tahitian Noni Juice

TAHITIAN NONI Juice® mengandung 89% sari buah mengkudu/noni murni (Morinda citrifolia), ditambah 11% anggur dan blueberry. Diproses menggunakan teknologi canggih tanpa bahan pengawet dan zat kimia tambahan. Mengandung lebih dari 430 senyawa yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, yang sebagian besar di antaranya adalah mikronutrien esensial ...

Selengkapnya

Nutrisi Penghambat Kanker Usus Besar

News image

I. PENDAHULUANPenyakit kanker merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Penyakit ini berkembang semakin cepat dan diperkirakan dari setiap 1.000.000 penduduk terdapat 100 penderita kanker baru.Penyakit kanker merupakan penyakit keganasan yang timbul ketika sel tubuh mengadakan mutasi menjadi sel kanker yang kemudian tumbuh cepat dan ...

Selengkapnya

Rahasia Kesembuhan Saya: Bit, Mengkudu, dan Air Putih

News image

Saya berdomisili di kota besar di Provinsi Riau, dan bekerja yang sifatnya tidak di dalam ruangan (kantor), tetapi di lapangan (proyek), sehingga kecendrungan untuk merokok lebih leluasa dan bebas, tidak seperti di dalam ruangan kantor. Jujur saya bisa habiskan rokok sampai tiga bungkus sehari, dan ...

Selengkapnya
Rahasia Kesembuhan Saya: Bit, Mengkudu, dan Air Putih Bookmark and Share
Sarang Semut Papua Herbal Anti-Kanker Terbaik

Saya berdomisili di kota besar di Provinsi Riau, dan bekerja yang sifatnya tidak di dalam ruangan (kantor), tetapi di lapangan (proyek), sehingga kecendrungan untuk merokok lebih leluasa dan bebas, tidak seperti di dalam ruangan kantor. Jujur saya bisa habiskan rokok sampai tiga bungkus sehari, dan pertama mulai merokok semenjak SMA dulu hingga terakhir tahun 2004 bulan Januari. Baru total berhenti ketika sudah divonis menderita kanker paru-paru stadium IIIB, pada usia saya saat itu kira-kira 39 tahun.

Seingat saya, sebelum mendapat vonis kena kanker paru-paru, kira-kira selama enam bulan menjelang Januari 2004, saya selalu mengeluh sakit kepala yang amat sangat, yang kadang-kadang timbul, dan kadang tidak. Di bagian tengkuk selalu keringat dingin, kadang batuk-batuk, nafsu makan mulai menurun, saya anggap hanya karena kelelahan dalam bekerja dan karena tekanan kerja sehingga kurang nafsu makan. Otomatis berat badan mulai menurun, sering merasa lemas dan lelah. Biasanya saya selalu meminum obat sakit kepala, obat batuk, dan multivitamin, dan tidak terpikir sedikit pun itu adalah gejala dari kanker paru-paru.

Puncaknya pada tanggal 28 Januari 2004, ketika bangun pagi, terasa sesak dan sakit di dada sebelah kanan, seperti ditusuk-tusuk, sampai untuk tarik nafas pun sudah susah karena setiap tarik nafas akan menimbulkan nyeri dan sakit yang amat sangat. Juga punggung sebelah kanan terasa sakit seperti ditusuk-tusuk, sampai harus dibantu dengan alat pernafasan sebelum dibawa ke rumahsakit.

Ketika sampai di RS diperiksa oleh dokter SpPD, diberi obat antibiotik dan dirontgen, kemudian opname. Malam harinya dokter dengan sangat hati-hati memberitahukan kepada istri saya, dari hasil rotgen kemungkinan ada tumor di dada, dan belum diketahui ganas atau jinak. Selain itu dokter tersebut juga memberikan info, untuk melakukan pembedahan harus dirujuk ke Jakarta atau ke Medan.

Singkat cerita, akhirnya dengan perasaan yang berkecamuk dan seperti dunia ini mau runtuh rasanya, kami putuskan bersama keluarga untuk melakukan operasi dan pengobatan selanjutnya di luar Provinsi Riau.

Pada tanggal 1 February 2004 setelah dilakukan check secara keseluruhan oleh dokter onkologi (kalau tidak salah) dan dokter bagian bedah, maka pada tanggal 2 February 2004 dilakukan operasi dan satu minggu kemudian diketahui bahwa hasilnya adalah kanker stadium IIIB (saya lupa jenis kankernya, tapi ada bagian jaringan yang ditunjukkan kepada istri saya, yang diambil dari paru-paru sebelah kanan).

KEMOTERAPI, BIT, AIR PUTIH

bitMaka saya pun harus menjalani kemoterapi sebanyak delapan kali, dengan interval setiap tiga minggu sekali. Dengan dorongan dari semua keluarga dan sahabat, saya harus menjalani kemo, dan puji Tuhan saya dapat menjalaninya, walaupun penuh dengan banyak ujian dan perjuangan, karena ketika kemo yang keempat saya hampir menyerah karena tidak mampu lagi untuk menjalaninya. Namun saya dikuatkan oleh semangat dan keinginan untuk sembuh demi anak-anak saya yang masih kecil-kecil.

Anak saya ada 3 orang, yang paling besar saat itu umur 5 tahun dan yang terkecil umur 11 bulan. Saya mohon kepada Tuhan saat itu, “Tuhan beri saya kesempatan untuk ikut melihat dan membesarkan anak-anak saya.” Kemudian semangat saya timbul begitu besar untuk sembuh dan tidak mau dikalahkan oleh penyakit tersebut.

Puji Tuhan berkat anugerah-Nya dan semangat serta dukungan yang luar biasa dari sanak-saudara dan sahabat, hingga hari ini (jalan tujuh tahun) masih bisa melihat anak-anak saya bertumbuh dan berkembang, bisa bekerja tanpa halangan, bisa mensyukuri semua ciptaan Tuhan, dan yang lebih penting saya akan lebih menghargai kesehatan dan kesempatan yang diberikan kepada saya dengan cara lebih disiplin menjaga dari pengaruh-pengaruh yang diduga penyebab kanker, baik makanan maupun material-material lain.

Semenjak mulai kemo pertama hingga kemo terakhir (selama enam bulan) dan seterusnya selama satu tahun penuh, saya mengkonsumsi sejenis umbi-umbian yang warnanya merah, yaitu bit, yang disajikan dengan cara diblender, sehingga intinya ikut dikonsumsi, sebanyak dua kilo setiap hari. Minumnya diatur dua atau tiga kali sehari dengan cara dibagi rata. Juga saya mengkonsumsi buah mengkudu matang dengan cara direbus kemudian diperas, air perasannya diambil kira-kira dua gelas setiap hari.

Sampai hari ini, saya masih tetap mengkonsumsi bit, walaupun porsinya dikurangi menjadi satu buah yang sedang setiap kali. Sehari saya mengkonsumsi dua kali dengan cara diblender, sedangkan buah mengkudu sudah saya berhentikan karena takut berpengaruh ke ginjal.

Juga tiga tahun belakangan ini sampai sekarang, saya minum 1,5 liter air putih pada saat bangun pagi, dengan cara sekaligus diminum (dalam waktu 5 menit). Pengalaman saya, awalnya memang berat, rasanya mau muntah, tetapi kalau sudah niat apapun bisa dilakukan. Efeknya saya rasakan sangat luar biasa, dengan memberi kebugaran dan ketahanan fisik. Sampai saat ini sekali setahun saya tetap melakukan check up, dan juga tetap siap dan tetap menjalankan langkah-langkah antisipatif, serta yang paling penting adalah selalu positive thinking.

Demikian yang bisa saya sharingkan kepada siapapun yang saat ini mengalami penderitaan akibat kanker, maupun keluarga yg kita cintai, mudah-mudahan bisa bermanfaat, amin. Kurang lebih mohon maaf apabila kurang berkenan. Best Regards, Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot. Silakan aktifkan Javascript untuk melihatnya. , rumahkanker.com.



Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot. Silakan aktifkan Javascript untuk melihatnya.

 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Berikutnya > Akhir >>

Tahukah Anda?

MENGAPA ORANG INDONESIA SAKIT KANKER?

"Indonesia sangat kaya tanaman berkhasiat antikanker, jauh lebih kaya daripada Cina, dan lebih bagus mutunya. Tetapi mengapa angka kejadian kanker di Indonesia lebih tinggi daripada Cina? Karena orang Indonesia suka sekali makan gorengan..."

(Prof. Dr. Li Peiwen, ahli kanker & obat tradisional senior Cina.)