|
Dua minggu ini saya membaca tiga judul buku yang ternyata saling berkaitan satu sama lain. Berawal dari buku Bebas Dari Kanker Dengan Terapi Alternatif (Lianny Hendranata) hadiah dari seorang teman, disusul Law of Attraction, Mengungkap Rahasia Kehidupan (Michael J. Losier), dan Miracle of Cell Healing (Joyce Whiteley Hawkes, PhD). Benang merahnya terletak pada konsep “law of attraction” dan manfaatnya untuk menghadirkan hal-hal yang kita inginkan.
Lianny Hendranata pada acara peluncuran buku "Bebas Dari Kanker Dengan Terapi Alternatif"
Buku Lianny Bebas Dari Kanker Dengan Terapi Alternatif menceritakan pengalamannya berjuang melawan kanker serviks sampai menjalani 6x operasi, 45x kunjungan kemoterapi, dan beberapa minggu radioterapi. Pengobatannya yang begitu panjang tak membuahkan hasil. Perdarahan yang telah terjadi selama 6 tahun tak kunjung berhenti. Berat badannya bahkan merosot habis hingga tinggal 33 kg saja. Karena merasa lelah-jiwa, akhirnya Lianny memutuskan untuk berhenti dari pengobatan medis.
Tiap pagi ia mengganti sepreinya yang berlumuran darah sambil mengucapkan, “Baiklah, kalau memang hari ini darah masih keluar tidak apa, tapi besok harus berhenti. Biarlah Tuhan saja yang menghentikan perdarahan ini.”
Lianny kemudian “bertualang” mempelajari dan mempraktekkan berbagai macam pengobatan alternatif, antara lain aura healing, autohipnosis, reiki, meditasi, afirmasi, pijat refleksi, terapi warna, mandi garam, serta minum ramuan mengkudu, kunyit putih, dan madu buatan sendiri.
Pada periode itulah ia memahami bahwa ternyata kata-katanya itu merupakan inti autohipnosis, yakni mensugesti diri sendiri untuk sembuh, sekaligus inti pengobatan reiki yakni kepasrahan kepada Tuhan, dan praktek law of attraction yakni melakukan afirmasi untuk datangnya kesembuhan.
Upaya kerasnya berbuah manis. Selain memperoleh kesembuhan, akhirnya ia menjadi pakar autohipnosis dan aura healing yang sering diundang memberikan pelatihan di berbagai tempat.
LAW OF ATTRACTION
Prinsip dan teknik Law of Attraction (LoA) sebagian sudah saya pahami dari bacaan di internet, seminar, dan uraian dalam buku-buku lain. Namun membaca dalam sebuah buku khusus berjudul Law of Attraction ya baru sempat saya lakukan kemarin itu. Buku Michael mudah dipahami, tidak bertele-tele, tidak “gegap-gempita”, dan mengajarkan tekniknya step by step sehingga bisa langsung dipraktekkan oleh seorang pemula sekalipun.
Secara garis besar “law of attraction” yang diterjemahkan menjadi “hukum ketertarikan” atau “hukum tarik-menarik” mengajarkan bahwa apa pun yang terjadi dalam hidup manusia –baik ataupun buruk— adalah hasil perwujudan pikiran dan perasaannya sendiri. Disadari atau tidak, pikiran positif akan menghasilkan getaran positif yang direspons oleh Universe/Semesta dengan menghadirkan hal-hal positif yang dipikirkan itu; demikian juga pikiran negatif akan direspons dengan hal-hal negatif yang hadir secara nyata dalam kehidupan. Karena itu penulis mengajak kita memastikan bahwa hanya hanya hal-hal positiflah yang bergetar dalam pikiran, jiwa, tindakan, dan ucapan kita.
Konsep ini bisa terjadi dan bisa dimanfaatkan dalam seluruh aspek kehidupan; baik menyangkut hubungan pribadi/bisnis dengan orang lain, kesuksesan dalam pekerjaan, kemakmuran, maupun kesehatan, termasuk juga untuk mencapai kesembuhan dari kanker.
Secara ringkasnya, cara menerapkan law of attraction menurut buku ini adalah sebagai berikut: 1. Kenali keinginan kita yang sesungguhnya dan buang jauh-jauh gambaran/pikiran/kata-kata mengenai hal-hal yang tidak diinginkan. Ungkapkan keinginan secara jelas dengan kata-kata positif yang tidak mengandung kata “tidak”, “jangan”, “dilarang” dan sejenisnya. 2. Fokuslah pada keinginan. Berikan perhatian, energi, dan upaya penuh untuknya, termasuk mengamati keberhasilan-keberhasilan orang lain, dan membayangkan diri telah mendapatkan apa yang kita inginkan. 3. Kita harus rela keinginan kita tercapai. Maksudnya, jangan biarkan ada keraguan atau “mental block” sedikit pun, jangan biarkan ada kata ”tidak mungkin”, ”tetapi”, atau ”iya kalau...” menyelinap. Kita harus meyakini, bahkan mengimani, bahwa keinginan kita pasti tercapai. Tidak mudah? Di buku itu diterangkan dengan jelas bagaimana cara untuk menghilangkan mental block.
Namun satu hal yang agaknya lupa ditekankan dalam buku tersebut adalah mengenai pentingnya definisi yang jelas dan terukur mengenai apa yang kita inginkan. Alih-alih meminta “aku sembuh” lebih baik dan lebih mudah terwujud kalau kita menginginkan “perdarahan berhenti” seperti yang diterapkan Lianny Hendranata.
MIRACLE OF CELL HEALING
Buku yang terakhir, Miracle of Cell Healing, masih mengupas hal yang sama namun dengan cara yang sedikit berbeda. Ditulis berdasarkan pengalaman Joice Whiteley Hawkes yang pernah mati suri dan kemudian menjadi seorang penyembuh menggunakan teknik meditasi dan visualisasi aura. Perpaduan ilmunya sebagai seorang doktor biofisika dan pengalaman pribadi menjadi penderita yang kemudian berkembang menjadi penyembuh, membuat buku ini terasa menarik dan berbobot.
Teknik penyembuhan yang digunakan Joyce dalam buku ini merupakan perpaduan dari teknik law of attraction, meditasi, afirmasi, visualisasi, dan aura healing. Kita semua bisa melakukannya, karena di buku ini diajarkan caranya. Namun ada beberapa modal dan pengertian dasar yang harus kita miliki: 1. Rasa syukur, ketaatan, dan menghargai diri sendiri, akan menghadirkan kasih sayang alami dari pusat tubuh sebagai proses penyembuhan. 2. Mengatur pernafasan, untuk mengembalikan indera, jiwa, dan seluruh bagian diri kita ke dalam tubuh. 3. Betapa pun tubuh mengalami ketidakseimbangan, tubuh tetap menghasilkan informasi untuk mengembalikan keseimbangan itu. Memahami untuk mengembalikan kedamaian dan keseimbangan kesehatan adalah anugerah untuk meniti jembatan emas penyembuhan. 4. Tubuh kita mempunyai kemampuan untuk memperbaiki kerusakan. 5. Meditasi, pola makan sehat, olahraga, dan berlibur akan mengembalikan semangat hidup. 6. Bersihkan hambatan emosional, fisik, spiritual. Pemulihan akan lebih cepat bila hambatan psikologi dan gangguan aliran energi dibersihkan. Selain itu, seseorang yang bebas hambatan spiritual selalu mampu menghadapi segala kejadian tanpa terbebani. 7. Setelah seluruh hambatan hilang, aliran energi-kehidupan akan mengisi diri kita, menopang, menginspirasi, dan menyembuhkan kita.
Selain berisi penjelasan ilmiah beserta gambar-gambar pendukung yang indah, buku ini juga memberikan penjelasan step by step untuk menyembuhkan beberapa kasus penyakit, misalnya kanker, diabetes, autisme, peradangan, gangguan emosional, artritis, multiple sclerosis, dan lain-lain. Layak anda baca, menurut saya. Dan sekedar tahu saja, Joyce belajar meditasi di negara kita lho, di Bali tepatnya. :-) (Titah Rahayu/rumahkanker.com) |