"Untuk menjadi optimis memang bukan jalan yang mudah, mengingat kondisi tiap orang berbeda. Tapi yang penting optimisme harus tetap ada, walaupun jurang itu di depan kita, tinggal kita mau atau tidak untuk menyeberanginya."
(Jeremy, 28 th, penderita kanker otak)

Pengobatan yang pertama anda pilih jika diketahui terkena kanker adalah:
 

Mohon Perhatian

Untuk kepentingan sosial, seluruh artikel di Rumah Kanker boleh dikutip dan dipublikasi ulang dengan menyebutkan sumbernya. Sebuah email pemberitahuan dapat mewakili penghargaan anda kepada kami. Tetapi penggunaan untuk kepentingan komersial harus mendapatkan ijin terlebih dahulu. Anda bisa menggunakan form kontak untuk menghubungi kami.
 

Manfaatkan informasi dalam Rumah Kanker secara bijaksana. Gunakan artikel sebagai pelengkap, bukan pengganti konsultasi, keterangan, dan nasehat dokter. Anda tetap harus bertatap muka langsung dengan dokter. Konsultasi online tidak memadai untuk diagnosa penyakit dan menentukan pengobatan yang tepat.

Silakan Masuk



Kami menjaga privasi Anda.

Bezuk

Ada 33 Tamu berkunjung
Anda pengunjung ke : 942369
Telur Antikanker Bookmark and Share
Kelompok ilmuwan Roslin Biocentre Institute, pusat penelitian Inggris yang pernah mengkloning domba Dolly, kembali melahirkan terobosan. Para ilmuwan di sana berhasil mengembangkan ayam betina yang bisa menghasilkan telur antikanker.

Hingga kini, lima generasi ayam "istimewa" dihasilkan para ilmuwan institut di Edinburgh, Skotlandia, itu. Melalui modifikasi genetik, protein telur yang dihasilkan ayam-ayam tersebut diharapkan mengandung zat antikanker, yakni miR24, antibodi pencegah kanker kulit, dan b-1a, interferon manusia yang berfungsi menghentikan replikasi sel kanker. Selanjutnya, zat tersebut akan diekstraksi dan dimurnikan sebelum digunakan sebagai bahan obat antikanker.

"Salah satu karakter menonjol dari perawatan medis saat ini adalah biayanya yang sangat mahal," kata Profesor Harry Griffin, direktur Roslin Biocentre Institute, seperti dikutip British Broadcast Corp.

Menurut dia, alasan utama dipilihnya ayam sebagai media penghasil zat antikanker dalam proyek tersebut adalah murah. Di samping produksi telurnya cukup banyak, harga makanan ayam sangat terjangkau.

Para ilmuwan itu menyebutkan bahwa antibodi monoklonal dan protein sistem kekebalan manusia menjadi dua unsur utama obat antikanker yang dikembangkan. Antibodi monoklonal merupakan protein sistem kekebalan buatan yang hanya bisa diciptakan melalui proses laboratorium. Karena itu, pembuatan obat antikanker tersebut tidak mudah.

"Sebagian besar protein yang mengandung unsur pengobatan (terapeutik) seperti antibodi monoklonal itu, dihasilkan dalam industri bioreaktor. Tapi proses tersebut membutuhkan waktu sangat lama serta biaya yang tidak murah," kata salah seorang ilmuwan yang terlibat dalam proyek itu. Kendati sudah ada sekitar 500 ayam yang dimodifikasi, obat antikanker yang diharapkan, agaknya, baru bisa dihasilkan satu dekade lagi.

Untuk menyiasatinya, ilmuwan Roslin Biocenter Institute menyulap ayam menjadi pabrik sekaligus laboratorium proyek mereka. Sebab, zat-zat yang dibutuhkan juga diproduksi secara alami di dalam tubuh hewan ternak, termasuk ayam. Dr. Helen Sang, pemimpin proyek, berharap agar zat-zat penting yang dibutuhkan dalam penelitian tersebut bisa tepat terbentuk dalam putih telur ayam.

Menurut Sang, ayam dipilih karena siklus hidupnya yang cenderung lebih pendek dibandingkan hewan ternak lain. "Sekali Anda berhasil menciptakan ayam transgenik, langkah selanjutnya sangatlah mudah. Pasalnya, dari seekor ayam jantan, Anda bisa memperoleh ratusan anak ayam. Setidaknya, sebuah telur bisa Anda dapatkan tiap hari," lanjut Sang yang menggeluti proyek tersebut selama 15 tahun.

Proyek terbaru Roslin Biocenter Institute tersebut diawali dengan penyisipan gen ke dalam ovalbumin, protein utama pembentuk putih telur. Selanjutnya, mereka menyuntikkan virus ke dalam embrio ayam yang masih sangat muda. Materi genetik virus tersebut dimasukkan ke dalam DNA embrio itu. Setelah telur-telur tersebut menetas, protein yang dibutuhkan para ilmuwan itu terbentuk di dalam air mani anak ayam jantan.

Langkah selanjutnya adalah mengawinkan ayam-ayam jantan tersebut dengan betina normal. Para ilmuwan itu berharap, telur yang dihasilkan ayam-ayam transgenik tersebut mengandung zat-zat yang mereka butuhkan. Hingga saat ini, mereka masih menunggu hasil itu.

 
Tahukah Anda?

MENGAPA ORANG INDONESIA SAKIT KANKER?

"Indonesia sangat kaya tanaman berkhasiat antikanker, jauh lebih kaya daripada Cina, dan lebih bagus mutunya. Tetapi mengapa angka kejadian kanker di Indonesia lebih tinggi daripada Cina? Karena orang Indonesia suka sekali makan gorengan..."

(Prof. Dr. Li Peiwen, ahli kanker & obat tradisional senior Cina.)

Masalah Psikologi Pada Penderita Kanker

Pengobatan holistic atau holistic medicine didasarkan atas dua hal yaitu pengobatan fisik dan pengobatan psikis dan keduanya sanga [ ... ]


Mengatasi Masalah Buang Air Besar

Banyak di antara para pejuang kanker yang dalam perkembangan penyakitnya mengalami masalah dalam buang air besar (BAB). Diperkirak [ ... ]