- 0
Buku
Miracle of Cell Healing![]() Dua minggu ini saya membaca tiga judul buku yang ternyata saling berkaitan satu sama lain. Berawal dari buku Bebas Dari Kanker Dengan Terapi Alternatif (Lianny Hendranata) hadiah dari seorang teman, disusul Law of Attraction, Mengungkap Rahasia Kehidupan (Michael J. Losier), dan Miracle of Cell Healing ... Selengkapnya |
Diet Kanker Sesuai Golongan DarahBertahun-tahun telah lewat sejak kita duduk di bangku sekolah dasar, saat kita pertama kali mendapatkan pelajaran tentang konsep makanan empat sehat lima sempurna. Konsep yang membagi makanan sehat menjadi lima komponen besar ini (karbohidrat, sayur-mayur, buah-buahan, sumber protein, dan susu) ini terus-menerus mendapatkan pengulangan dan ... Selengkapnya |
| Diet Kanker Sesuai Golongan Darah |
|
|
Bertahun-tahun telah lewat sejak kita duduk di bangku sekolah dasar, saat kita pertama kali mendapatkan pelajaran tentang konsep makanan empat sehat lima sempurna. Konsep yang membagi makanan sehat menjadi lima komponen besar ini (karbohidrat, sayur-mayur, buah-buahan, sumber protein, dan susu) ini terus-menerus mendapatkan pengulangan dan tertanam lebih dalam melalui pelajaran-pelajaran di jenjang sekolah berikutnya, keluarga, media massa, dan juga dokter saat kita sakit. Saat mengidap kanker, pelajaran mengenai makanan empat sehat lima sempurna lagi-lagi terulang, kali ini dengan sedikit variasi di sana-sini. Kalangan medis umumnya tetap bertahan pada prinsip empat sehat lima sempurna ini, dengan tambahan “Hindari makanan yang dibakar, makanan berjamur, mengandung pengawet, pewarna, perasa buatan, minyak jelantah, ayam negeri, dan telur ayam negeri. Lainnya boleh dan diperlukan untuk mempertahankan daya tahan tubuh.” Kalangan naturopati memperkenalkan konsep vegetarian, yakni pengidap kanker tidak boleh memakan daging apa pun (kecuali ikan, bila dirasa perlu), termasuk telur dan susu. Alasannya, produk-produk hewani membuat pH tubuh menjadi asam –suatu kondisi yang sangat disukai kanker untuk tumbuh subur. Konsep ini pun sudah cukup luas diterima para pejuang kanker, khususnya yang menempuh pengobatan secara nonmedis, umumnya dikombinasikan dengan diet a la medis. Beberapa pengobat kanker juga memberikan daftar dietnya masing-masing, yang umumnya tetap berpedoman pada prinsip empat sehat lima sempurna dengan variasi di sana-sini, yang garis besarnya telah terangkum dalam artikel Diet Bagi Pejuang Kanker (1). Teori itu diterapkan oleh Dr. Peter D’Adamo pada makanan. Ia menyatakan bahwa tiap jenis makanan juga mengandung antigen-antigen tertentu (disebut lektin) yang cocok bagi golongan darah tertentu, tetapi belum tentu cocok bagi golongan darah lain. Dengan dasar pemikiran ini, menjadi tidak masuk akal baginya kalau setiap orang di seluruh dunia harus menjalani diet yang sama mengikuti prinsip empat sehat lima sempurna. Dr. Peter D’Adamo kemudian menyusun suatu daftar makanan yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi oleh seseorang bergolongan darah A, B, AB, maupun O. Dari daftar ini, ia kemudian membuat daftar yang lebih spesifik lagi, yaitu daftar makanan yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi oleh penderita penyakit tertentu berdasarkan golongan darahnya. Salah satunya ya buku Diet Sehat Golongan Darah Untuk Mencegah dan Mengobati Kanker ini. Bukan hanya makanan pokok yang ada daftarnya dalam buku ini, tetapi juga berbagai sayur-mayur, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, bumbu-bumbu, minyak, bahkan juga minuman, dan vitamin/suplemen yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi. Sangat menarik dan mencerahkan membaca mengenai teori baru yang masuk akal dengan daftar yang begitu lengkap. Walaupun dinyatakan buku-buku Dr. Peter D’Adamo telah diterjemahkan ke dalam 50 bahasa, kita tetap harus waspada. Karena teori baru tentang makanan yang dikembangkannya mulai tahun 1990-an ini belum didukung publikasi mengenai riset-riset yang telah dilakukan. Dr. Peter D’Adamo belum pernah mempublikasikan riset mengenai zat-zat yang terkandung dalam bahan makanan tertentu, maupun riset dan uji klinis mengenai kecocokan suatu bahan makanan terhadap suatu golongan darah. Benarkah riset dan uji klinis itu ada? Kapan dilakukan, di mana, oleh siapa, berapa dan siapa pesertanya, serta bagaimana hasilnya? Apalagi kalau menilik sebagian dari diet yang dianjurkan justru merupakan kebalikan dari diet konvensional yang telah lama dikenal. Contohnya untuk golongan darah O, Dr. Peter justru menganjurkan daging merah sebagai makanan super bermanfaat, sebaliknya menganjurkan menghindari sumber-sumber karbohidrat. Menyikapi hal seperti ini kita harus berhati-hati, memantau perkembangan secara cermat, karena kalau ada kesalahan kesehatan kita yang menjadi taruhannya. Sayangnya, daftar makanan yang ada di buku ini mengacu pada daftar makanan yang ada di Amerika. Banyak di antara bahan-bahan yang disebutkan yang tidak dikenal di Indonesia, sebaliknya sangat banyak makanan sehari-hari di Indonesia yang tidak disebutkan di sana. Mari kita tunggu ahli naturopati Indonesia yang ikut menerapkan dan mempromosikan buku ini menambahkan daftar makanan asli Indonesia ke dalamnya. (Titah Rahayu/rumahkanker.com)
|
