"Untuk menjadi optimis memang bukan jalan yang mudah, mengingat kondisi tiap orang berbeda. Tapi yang penting optimisme harus tetap ada, walaupun jurang itu di depan kita, tinggal kita mau atau tidak untuk menyeberanginya."
(Jeremy, 28 th, penderita kanker otak)

Pengobatan yang pertama anda pilih jika diketahui terkena kanker adalah:
 

Mohon Perhatian

Untuk kepentingan sosial, seluruh artikel di Rumah Kanker boleh dikutip dan dipublikasi ulang dengan menyebutkan sumbernya. Sebuah email pemberitahuan dapat mewakili penghargaan anda kepada kami. Tetapi penggunaan untuk kepentingan komersial harus mendapatkan ijin terlebih dahulu. Anda bisa menggunakan form kontak untuk menghubungi kami.
 

Manfaatkan informasi dalam Rumah Kanker secara bijaksana. Gunakan artikel sebagai pelengkap, bukan pengganti konsultasi, keterangan, dan nasehat dokter. Anda tetap harus bertatap muka langsung dengan dokter. Konsultasi online tidak memadai untuk diagnosa penyakit dan menentukan pengobatan yang tepat.

Silakan Masuk



Kami menjaga privasi Anda.

Bezuk

Ada 28 Tamu berkunjung
Anda pengunjung ke : 942367
  • 0
prev
next

Buku

Miracle of Cell Healing

News image

Dua minggu ini saya membaca tiga judul buku yang ternyata saling berkaitan satu sama lain. Berawal dari buku Bebas Dari Kanker Dengan Terapi Alternatif (Lianny Hendranata) hadiah dari seorang teman, disusul Law of Attraction, Mengungkap Rahasia Kehidupan (Michael J. Losier), dan Miracle of Cell Healing ...

Selengkapnya

Diet Kanker Sesuai Golongan Darah

News image

Bertahun-tahun telah lewat sejak kita duduk di bangku sekolah dasar, saat kita pertama kali mendapatkan pelajaran tentang konsep makanan empat sehat lima sempurna. Konsep yang membagi makanan sehat menjadi lima komponen besar ini (karbohidrat, sayur-mayur, buah-buahan, sumber protein, dan susu) ini terus-menerus  mendapatkan pengulangan dan ...

Selengkapnya
Nobody Happy With Cancer, Be Brave and Smart Bookmark and Share
Di antara berbagai penyakit yang diidap manusia, kanker tergolong penyakit yang berat dan kompleks. Proses pemeriksaan dan pengobatannya membutuhkan stamina dan keteguhan luar biasa, baik dari segi fisik, psikis, finansial, spiritual, juga sosial. Dan itu tidak cukup dijalani berhari-hari atau berminggu-minggu, tetapi harus berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Yang luar biasa lagi, dibanding penderita berbagai penyakit lain di Indonesia, para penderita kanker sudah setapak lebih maju. Mereka tidak hanya menjadi obyek pengobatan, menjadi penderita; tetapi mampu menempatkan dirinya sebagai subyek –menjadi pejuang. Senantiasa berperan aktif dalam perjalanan pengobatannya, membentuk atau bergabung dengan berbagai support group, bahkan tidak sedikit yang berbagi pengalaman dengan membuat blog atau menulis buku.

Mimi , Sima , Rini , Danty , Nita , Sitta adalah sebagian di antara pejuang kanker yang berbagi melalui blog. Yuniko, selain menulis blog, membentuk support group , juga menulis buku I Have Cancer, It Doesn’t Have Me. Entah suatu kebetulan atau bukan, semua pelakunya adalah wanita, dan semuanya (pernah) mengidap kanker payudara.

Nobody Happy With Cancer, Be Brave And SmartTanggal 16 Agustus 2008 sebuah buku baru tentang kanker diluncurkan dalam sebuah acara diskusi dan bedah buku di Jakarta. Nobody Happy With Cancer, Be Brave and Smart, begitu judulnya, yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi Siti Aniroh (31), seorang survivor kanker payudara (juga).

Buku setebal 160 halaman yang dihiasi banyak gambar ini ditulis dengan gaya bahasa yang ringan, lancar, dan menarik bak novel, tak jarang menyentuh, kocak, tetapi sarat makna. Dan sangat utuh menyuguhkan berbagai aspek kehidupan Ani, sejak sebelum tersentuh kanker, pergulatannya melawan kanker, hingga bagaimana kanker telah mengubah hidupnya.

“Apa yang saya tuliskan di sini adalah sebuah kenyataan yang saya alami. Ada kesedihan, kemarahan, ketakutan, dan kebencian yang jelas terbaca. Ceritanya saya biarkan mengalir apa adanya agar orang lain tidak mengulangi kebodohan yang saya lakukan,” tulisnya.

Bagi pembaca yang belum pernah bersinggungan dengan kanker, buku ini memberikan gambaran menyeluruh tentang berbagai aspek dan “seni” menghadapi kanker, serta hal-hal yang mempengaruhi keberhasilan pengobatannya. Ia akan lebih mensyukuri kesehatannya, sekaligus mengerti apa yang harus dilakukan jika suatu ketika keluarga atau sahabatnya terkena kanker.

Bagi pembaca yang sedang berjuang menaklukkan kanker, atau keluarga/pendampingnya, buku Nobody Happy With Cancer, Be Brave and Smart bisa menjadi cermin diri, pelajaran, sumber inspirasi, sekaligus sumber motivasi yang kuat.
“Menyandang gelar baru sebagai penderita kanker bukan berarti harus terpuruk dan menyesali nasib. Buatlah kebahagiaan-kebahagiaan kecil sebagai rasa syukur atas nikmat-Nya yang berupa cobaan kanker dan tetap berpikir positif. Tetaplah berprestasi dan terus berkarya karena kanker tidak akan mampu mengalahkan optimisme penderitanya. Jadikanlah Tuhan sebagai tempat tertinggi untuk bergantung atas segala sesuatu,” begitu pesan Ani.

Siti Aniroh
Siti Aniroh
Bagi pembaca yang telah berhasil menaklukkan kankernya (survivor), membaca buku ini pastilah serasa membuka-buka album kenangan. Sedang kalangan dokter akan lebih memahami kanker dari perspektif pasien, mendapat masukan yang menarik tentang mengapa Ani memilih berobat di luar negeri, serta apa yang pendapatnya tentang pengobatan alternatif.

Walaupun topik utamanya tentang kanker, buku Ani tidak terasa menyeramkan. Justru ia lebih banyak bercerita tentang sisi-sisi positif kehidupan yang ditemukannya di sepanjang perjalanan menghalau kanker. Tentang Mas Iwan yang penuh kasih, tentang Awan lelaki kecil yang menjadi pain killernya, tentang kedekatan dengan Tuhan, tentang Simbok yang perkasa, tentang Yu Yati yang tulus, tentang sahabat-sahabat yang setia, tentang support group, tentang anggrek yang ikut sakit, tentang gaya hidup baru, bahkan juga tentang pekerjaan baru yang didapat Ani “berkat” menjadi survivor kanker.

Anehkah jika dengan kanker yang dialaminya, Siti Aniroh justru merasa sedang dibelai Tuhan dengan penuh kasih sayang, dibimbing untuk menjadi lebih baik, lebih baik, dan lebih baik lagi? (Titah Rahayu/rumahkanker.com)

 
Tahukah Anda?

MENGAPA ORANG INDONESIA SAKIT KANKER?

"Indonesia sangat kaya tanaman berkhasiat antikanker, jauh lebih kaya daripada Cina, dan lebih bagus mutunya. Tetapi mengapa angka kejadian kanker di Indonesia lebih tinggi daripada Cina? Karena orang Indonesia suka sekali makan gorengan..."

(Prof. Dr. Li Peiwen, ahli kanker & obat tradisional senior Cina.)

Masalah Psikologi Pada Penderita Kanker

Pengobatan holistic atau holistic medicine didasarkan atas dua hal yaitu pengobatan fisik dan pengobatan psikis dan keduanya sanga [ ... ]


Mengatasi Masalah Buang Air Besar

Banyak di antara para pejuang kanker yang dalam perkembangan penyakitnya mengalami masalah dalam buang air besar (BAB). Diperkirak [ ... ]